Highlighted

Pembunuhan Ayah Kandung di Cianjur, sang Anak Hanya Tertawa Saat Ditanya Setelah Habisi Nyawa Bapak

 

Penemuan jasad Ruslan, pria 59 tahun, di pinggir sawah, menggegerkan Desa Sukaresmi, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat.


Ruslan menderita luka akibat benda tumpul di bagian kepala.


Penyelidikan polisi pun mengarah kepada sang anak, H (21) sebagai terduga pelaku pembunuhan terhadap Ruslan, ayah kandungnya.


Anggota keluarga sempat menanyakan keberadaan Ruslan, yang terakhir terlihat bersamanya. Namun, sang anak hanya tertawa usai pembunuhan itu.


Kapolsek Kadupandak AKP Deden Sulaeman, pendalaman kasus pembunuhan ayah kandung tersebut telah melibatkan sejumlah saksi.


“Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi kami menyimpulkan korban meninggal karena hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala. Setelah dilakukan pengembangan kami mendapat nama anak korban yang diduga sebagai pelaku,” katanya, seperti dilansir Antara, Jumat, 31 Juli 2020.


Dugaan tersebut, ungkap dia, diperkuat dengan penemuan sendal milik pelaku yang tertinggal di TKP dan balok kayu yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban.


Namun hingga saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut karena terduga pelaku, mengalami gangguan mental.


Bahkan saat dimintai keterangan di Mapolsek Kadupandak, jawaban terduga pelaku berbellit-belit dan tidak menyambung, pelaku kerap tertawa sendiri dan tidak mengindahkan pertanyaan petugas.


“Informasi dari keluarga, terduga pelaku sudah lama mengalami gangguan mental,” katanya.


Sementara informasi dari pihak keluarga, sebelum ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di bagian kepala belakang, warga sempat melihat korban sedang dikejar anaknya di pinggir sawah yang terletak di ujung kampung, namun warga menyangka sang anak memang hendak mengikuti ayahnya.


Hingga akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa tergeletak tidak bernyawa di pinggir sawah, di mana warga sempat melihat keberadaannya bersama terduga pelaku.


“Saat kami melakukan pencarian dan bertanya pada H ketika itu, dia hanya tertawa tanpa menjawab sepatah kata pun,” kata Kamaludin anggota keluarga.


Ia menambahkan, selama ini Ruslan tinggal bersama dua orang anaknya, seorang diantaranya H yang selama ini mengalami gangguan kejiwaan.


Pihak keluarga tidak menyangka Ruslan akan meregang nyawa di tangan anak kandungnya sendiri karena selama ini meskipun mengalami gangguan jiwa Ruslan tetap merawat H dengan sabar.


“Kami tidak menyangka kalau Ruslan akan mengalami nasib seperti ini, meskipun H sering kumat dan berulah, Rusalan tetap menjaga dan merawatnya,” kata Kamaludin.Sumber: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel