Highlighted

Nasib Remaja Jadi Budak Seks Ayah di Padang

 Nasib Remaja Jadi Budak Seks Ayah di Padang

Padang - Polisi menangkap BIB, 51 tahun, karena diduga kuat terlibat dalam kasus kejahatan seks terhadap anak kandungnya sendiri. Perbuatan bejatnya itu telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan.


Tindakan yang dilakukan oleh pelaku baru terungkap sekarang setelah anak itu bercerita ke tantenya.


Warga Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat itu ditangkap jajaran Satuan Reskrim Polresta Padang dan Polsek Lubuk Kilangan pada Jumat, 21 Agustus 2020 di kawasan Sungai Beremas, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.


"Pelaku merupakan ayah kandung korban. Kasus ini terungkap setelah korban bercerita bapaknya sering menggaulinya," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda kepada Tagar, Minggu, 23 Agustus 2020.


Dia mengatakan, penangkapan BAB berdasarkan laporan polisi nomor LP/377/B/VII/2020/SPKT Unit II Polresta Padang tanggal 20 Juli 2020 dengan pelapor berinisial G, 41 tahun.


Pelaku diketahui telah menjadikan anak kandungnya yang bernama Bunga (nama samaran_red) itu sejak korban berusia 10 tahun. Selama rentang waktu tersebut, Bunga telah menjadi budak seks oleh BIB.


"Tindakan yang dilakukan oleh pelaku baru terungkap sekarang setelah anak itu bercerita ke tantenya," katanya.


Hasil interogasi polisi, tak hanya melakukan kejahatan seksual terhadap Bunga, BIB juga melakukan aksi serupa kepada ketiga anak tirinya, namun Rico tidak bisa menjelaskan detil kronologi kejadian dan identitas korbab secara rinci.


"Yang jelas pelaku sudah kami tahan di Polresta Padang, korban juga sudah kami visum. Mengingat ini korbannya anak-anak, maka (kasus) ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Padang," tuturnya.


Terpisah, Direktur Woman Crisis Center Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yanti mengatakan, pihaknya menginginkan kasus ini dituntaskan penanganannya. Meri juga mengingatkan kepolisian untuk pemulihan kondisi psikis korban.


"Karena jika abai dalam melakukan pemulihan maka akan ada kemungkinan korban menjadi korban kembali atau menjadi pelaku," katanya kepada Tagar melalui pesan WhatsApp.


Meski demikian, Meri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan akan mendampingi kasus dugaan kejahatan seksual yang menimpa Bunga. "Belum tahu (mendampingi) atau tidak, yang jelas, jika mereka datang meminta pendampingan tentu saja akan kami laksanakan," katanya. []

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel