Highlighted

Sedih ! Hidup Sendiri, Mbah Sarani Sampai Makan Kapuk Kasur Ketika Lapar

Mbah Sarani Hidup Sebatang Kara di Kampung Priuk, Saat Kelaparan Sampai Makan Kapuk Kasur
Seolah kehabisan kata. Hidup yang dijalai oleh Mbah Sarani ini sungguh menyedihkan dan menyayat hati.

Ya, kata-kata bahkan tak bisa menggambarkan kisah hidupnya, karena saking sedih dan pahitnya.

Bayangkan, setiap hari, Mbah Sarani melewati hidupnya seorang diri di dalam rumahnya yang berada di Kampung Priuk, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten.

Namun bukan itu yang jadi permasalahan utamanya, melainkan ketidakberdayaan Mbah Sarani.

Tubuh yang sudah tua dan melemah membuat dia tak lagi bisa bekerja. Sehingga untuk urusan makan dan minum, dia hanya mengandalkan belas kasihan dari Mbok Khatidjah.

Dan itu pun, bantuan makan dan minum dari Mbok Khatidjah tak selalu ada di setiap harinya, karena dia juga hidup pas-pasan, sebagaimana dilansir Warta Kota.

Hal inilah yang terkadang membuat Mbah Sarani nekat memakan kapuk dari bantal dan kasur, demi bisa mengganjal perutnya.

Bahkan yang lebih menyedihkan, Mbah Sarani pernah sampai keluar rumah dalam keadaan telanjang, menyusuri jalanan aspal dengan merangkak hingga membuat kakinya berdarah, untuk meminta makan.

“Sedikit cerita dari si mbah, waktu bulan puasa kemaren, tak ada yang memberinya makan sampai mbah merangkak keluar rumah ke jalanan telanjang teriak-teriak minta makan. Sampai dengkul dan jari-jari kakinya pada berdarah kena jalanan aspal,” demikian tulis keterangan akun Instagram @yuni.rusmini, Jumat (12/6).

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui bagaimana kelanjutan nasib Mbah Sarani selepas kisahnya diangkat ke media sosial. Apakah sudah tertolongkan oleh pihak dermawan yang mengulurkan bantuan atau belum.

sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel